Loading...

Daftar Koleksi Buku Digital

Jumlah Data Ditemukan: 288

Agrowisata Hortikultura dan Akuakultura

Wisata bernuansa pertanian dan bahari kini kian diminati. Lewat sarana pariwisata yang mendidik tersebut pengunjung bisa mendapatkan pengalaman menarik tentang dunia hortikultura dan akuakultura. Sebagai contoh agrowisata kebun lengkeng dan sayuran. Begitupula dengan akuakultura dengan menyediakan wahana akuarium raksasa. Agrowisata memungkinkan pengunjung menjadi lebih dekat dengan alam dan menjadi sarana melepas kepenatan. Simak artikel menari tentanga agrowisata hortikultura dan akuakultura dalam buku ini.


Menghargai Seni Budaya Lampung

Provinsi Lampung memiliki potensi budaya yang sangat beragam. Mulai dari rumah adat, pakaian adat, senjata tradisional, tari-tarian, lagu daerah, dan bahasa daerahnya. Semua ini bisa kita jadikan wisata budaya yang menarik dan menyenangkan bagi kegiatan tamasya kita di Lampung. Melalui buku ini, kita dapat mengenal budaya Lampung lebih dekat. Betapa tidak, potensi wisata yang terdapat di Lampung akan memberikan kenangan yang menarik yang sulit terlupakan.


Ragam Kuliner Kabupaten Purwakarta

Upaya pemerintah daerah dalam menjadikan Purwakarta daerah tujuan wisata, ikut menumbuhkan dengan pesat wisata kuliner di tempat tersebut. Berbagai macam tampilan serta rasa kuliner mewarnai setiap sudut keramaian baik di tengah kota atau pun di tempat-tempat wisata hingga perkampungan penduduk. Tantangannya adalah bagaimana upaya pemerintah daerah dan masyarakat Purwakarta untuk bisa menjaga iklim tersebut bahkan mengembangkannya sehingga benar-benar Purwakarta menjadi salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Barat.


Implementasi Pariwisata Syariah pada Daerah Tujuan Pariwisata

Pariwisata pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan perjalanan manusia baik secara perorangan maupun kelompok dengan tujuan tidak mencari nafkah atau pekerjaan, akan tetapi untuk bersenang-senang serta mendapatkan suatu pengalaman yang menarik di daerah tujuan pariwisata. Selain itu juga bahwa kegiatan berwisata yang dilakukan oleh manusia baik secara perorangan maupun kelompok pada hakikatnya untuk memenuhi dari pada keinginan dan kebutuhan manusia untuk mendapatkan suatu kesenangan yang dapat memberikan nilai kepuasan pada dirinya. Kemudian juga bahwa kegiatan pariwisata ini tentunya harus didukung dengan fasilitas wisata dan aksesibilitas yang tersedia di daerah tujuan pariwisata (destinasi pariwisata). Dengan meningkatnya pertumbuhan pasar wisatawan muslim dalam melakukan perjalanan wisata, tentunya para wisatawan muslim tersebut akan membutuhkan suatu layanan yang berbasis syariah, seperti fasilitas hotel yang berbasis syariah, tersedianya makanan dan minuman yang halal, dan lain sebagainya. Dengan adanya permintaan kebutuhan layanan berbasis syariah bagi wisatawan muslim, maka perlu adanya implementasi pariwisata syariah pada daerah tujuan pariwisata, supaya memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan muslim pada saat berada di daerah tujuan pariwisata tersebut. Sehingga, para wisatawan muslim merasa nyaman dan aman serta tidak ragu untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang tersedia di destinasi pariwisata yang dikunjungi. Buku ini memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai implementasi pariwisata syariah pada daerah tujuan pariwisata kepada para pelaku pariwisata, masyarakat, pemerintah, akademisi (dosen), dan mahasiswa khususnya mahasiswa Jurusan Kepariwisataan.


Perencanaan Pariwisata

Buku ini merupakan panduan yang komprehensif mengenai konsep perencanaan pariwisata, dengan fokus utama pada aspek dasar perencanaan pariwisata. Pembahasan meliputi berbagai komponen kegiatan pariwisata, dampak pembangunan pariwisata, strategi pengelolaan pariwisata, dan konsep pengembangan pariwisata. Melalui penyajian informasi yang mendalam, buku ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman yang kokoh terhadap proses perencanaan pariwisata secara konseptual. Konsep dasar perencanaan pariwisata menjadi titik sentral pembahasan, membantu pembaca memahami prinsip-prinsip fundamental yang mendasari upaya perencanaan di dalam industri pariwisata. Selain itu, buku ini mengulas secara rinci komponen kegiatan pariwisata, memberikan wawasan tentang bagaimana elemen-elemen ini saling terkait dan berkontribusi pada pengembangan destinasi pariwisata. Dampak pembangunan pariwisata juga menjadi fokus kajian, memperkenalkan pembaca pada pemahaman dampak positif dan negatif yang dapat dihasilkan oleh industri pariwisata. Strategi pengelolaan pariwisata yang efektif juga dibahas, mencakup prinsip-prinsip tata kelola yang berkelanjutan untuk memastikan bahwa pariwisata memberikan manfaat maksimal sambil meminimalkan dampak negatifnya. Selain itu, buku ini memberikan wawasan mendalam mengenai konsep pengembangan pariwisata, merinci langkah-langkah dan prosedur yang diperlukan dalam mencapai pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan membaca buku ini, diharapkan para pembaca akan dapat mengaplikasikan konsep-konsep tersebut dalam proses perencanaan dan pengelolaan pembangunan wilayah dan kota.


Monograf : Religius Reputation Culture : Pendekatan Resources Based Theory dan Heritage Tourism Concept dalam Pengembangan Aset Strategis Destinasi Wisata

Religious Reputation Culture. Upaya pencapaian sustainability quality destination dengan pendekatan Resources Based View dan konsep Historical Heritage Tourism ditekankan pada Religius reputation culture yang merupakan seperangkat struktur, rutinitas, aturan, dan norma yang membimbing dan membatasi perilaku yang membedakan anggota satu organisasi dari yang lain dan digunakan sebagai persepsi kolektif dan penilaian tentang nama baik destinasi pariwisata. Religious reputation culture ditunjukkan dengan adanya historical value harmonization, emotional involvement, Positive talking behaviour, Religious reputation dan Reputation behaviour.


Manajemen Transportasi dan Akomodasi Pariwisata

Buku ini menggambarkan pentingnya peran manajemen dalam industri pariwisata yang berkembang pesat. Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi, sektor pariwisata memainkan peran sentral dalam pertumbuhan ekonomi dan hubungan antarbudaya di seluruh dunia. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang manajemen transportasi dan akomodasi pariwisata sangat penting bagi para profesional, pengusaha, akademisi, dan mereka yang tertarik dalam industri ini. Buku ini mencakup berbagai aspek penting terkait manajemen transportasi dan akomodasi pariwisata. Pertama, pembaca diperkenalkan pada konsep dasar manajemen transportasi dan bagaimana manajemen yang baik dapat meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan. Bab-bab selanjutnya membahas perencanaan, pengelolaan risiko, teknologi informasi, dan inovasi dalam industri transportasi pariwisata. Selanjutnya, buku membahas topik-topik seperti logistik pariwisata, transportasi udara, laut, dan darat, serta manajemen rantai pasok pariwisata. Selanjutnya, fokus beralih pada pentingnya akomodasi dalam industri pariwisata, dengan pembahasan strategi pengelolaan hotel, resor, penginapan, dan tempat menginap lainnya. Buku ini menyoroti pemahaman kebutuhan wisatawan modern, praktik ramah lingkungan, dan peningkatan pengalaman pengunjung melalui manajemen yang efektif. Selain itu, pembahasan meliputi topik pemasaran dan branding akomodasi secara rinci. Buku ini mengakhiri penjelasannya dengan membahas tantangan dan peluang di masa depan dalam manajemen transportasi dan akomodasi pariwisata. Hal ini mencakup perkembangan terbaru dalam teknologi, regulasi, dan tren yang memengaruhi industri pariwisata, serta pandangan tentang masa depan pariwisata berkelanjutan. Penulis, yang merupakan ahli di bidang pariwisata dan manajemen, berkontribusi dengan pengetahuan terkini dan wawasan mendalam. Buku ini diharapkan memberikan pemahaman komprehensif tentang manajemen transportasi dan akomodasi pariwisata kepada pembaca, serta menjadi sumber inspirasi dan panduan praktis bagi mereka yang tertarik dalam mengembangkan karier atau usaha di industri pariwisata. Selamat membaca dan semoga sukses dalam menjalani perjalanan di dunia manajemen transportasi dan akomodasi pariwisata.


Kawasan Wisata Labuan Bajo Dan Perkembangan Sebagai Destinasi Wisata Utama

LABUAN BAJO - Balai Taman Nasional Komodo menargetkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari kegiatan ekowisata di Taman Nasional Komodo pada tahun ini mencapai Rp 17 miliar. “Kami yakin mampu mencapainya karena ini belum memasuki peak seasons bagi wisatawan asing. Biasanya Oktober-Februari banyak kapal pesiar yang masuk,” ujar Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Helmi, kemarin.


Wisatawan Milenial

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh attraction, accessibility, amenity, dan ancillary terhadap minat berkunjung kembali kaum milenial dengan kepuasan kaum milenial sebagai variabel intervening. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang dikuantitatifkan.


Pesona Wisata Jawa Barat

Dewasa ini sektor pariwisata di Indonesia telah menjadi salah satu titik fokus yang dilakukan oleh Pemerintah. Sektor pariwisata memiliki andil yang sangat signifi kan dalam pembangunan perekonomian baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun nasional. Tidak terkecuali di Provinsi Jawa Barat. Sektor pariwisata menjadi andalan di Provinsi Jawa Barat saat ini. Dari dampak yang paling mikro, hampir bisa dipastikan bahwa pendapatan masyarakat suatu daerah bertambah ketika sektor pariwisata maju. Provinsi Jawa Barat menawarkan berbagai daya tarik wisata. Dengan konsep “GURILAPS”, yang artinya Gunung, Rimba, Laut, Air, Pantai, dan Sungai, Provinsi Jawa Barat memiliki potensi pariwisata lengkap. Objek wisata yang ada dapat menjadi daya tarik wisatawan. Ketersediaan akomodasi hotel, restoran, biro perjalanan, serta sarana dan prasarana transportasi yang cukup memadai menjadi modal utama untuk pengembangan sektor pariwisata di Provinsi Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat memiliki daya tarik bagi para wisatawan karena memiliki kawasan konservasi, seperti taman nasional, cagar alam, dan suaka margasatwa. Oleh karena itu, pembangunan pariwisata di Provinsi Jawa Barat ini juga diarahkan pada pemeliharaan kelestarian flora dan fauna sebagai ciri khas provinsi ini. Namun, masih ada salah satu kendala dalam pengembangan pariwisata di Provinsi Jawa Barat, yakni fasilitas penunjang kepariwisataan belum merata. Fasilitas penunjang tersebut masih terkonsentrasi di daerahdaerah tertentu. Keadaan ini terjadi karena minimnya informasi untuk pengembangan pariwisata bagi para penanam modal atau investor. Selain itu, kunjungan wisatawan yang hanya terdapat pada titik-titik tertentu yaitu di objek-objek wisata favorit. Buku Pesona Wisata Jawa Barat ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke objek-objek wisata di wilayah Provinsi Jawa Barat. Selain itu, diharapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat lebih memperhatikan objek-objek wisata yang belum tertangani.

Top